Mengenai Saya

Foto saya
Selamat Datang untuk kalian yang bersedia mampir di Blog-ku "Ardelia Endharta Yuditaningrum" seorang mahasiswa Universitas Brawijaya 2011 yg mengaku "kalem" tp ga bisa diem, "pemalu" tp cuek selalu, intinya inilah situs goresan seorang wanita sederhana yg bercita-cita hidup bahagia di dunia mana pun saya berada,..

Jumat, 04 Mei 2012

TO EM UB 2012


Training Organitation Eksekutif Mahasiswa “ EM Nusantara” 2012
Universitas Brawijaya Malang

@gedung LPK2I Malang            
Sabtu-Minggu, 28-29 April 2012
         
          Pagi hari pukul 6.30 WIB aku berangkat ke pos EM yang lokasinya lumayan jauh dari kos ku, bersama mbak Uyunk ( sama-sama staff Mendagri, dari FIA, tapi dia di KSO sedangkan aku di Litbang). Sesampainya di pos EM, ternyata teman-teman sudah dibariskan dan bersiap untuk berangkat ke medan perang, yeeyy,.. hmm masudnya menuju lokasi Training Organitation, disingkat (TO) aja ya J. Peserta TO ini sekitar 70-an anak. Dan kebetulan aku ada di kelompok 1, jadi di sela-sela pendataan itu aku juga sempat berkenalan dengan anggota kelompokku maupun dengan anggota kelompok sebelah, ya meskipun abis kenalan aku uda lupa lagi sebagian dari nama-nama mereka. Hehehe..:p. Dan akhirnya sekitar pukul 7.00 kita berangkat ke lokasi TO dengan menggunakan alat transportasi yang buessaaar sekali, yaitu “truk”. Mungkin bagi sebagian orang, naik truk itu hal yang enggak banget bahkan ada yang belum pernah nyobain (palingan dia yang gengsi naik truk itu alasannya karena takut kesaingan eksisnya sama ternak :D) . Tapi bagiku, naik truk ”bareng sama teman-teman” itu merupakan hal yang menyenangkan karena kita bisa merasakan angin tanpa helm, bisa bercanda ria, bahkan bertumpukan bila keseimbangan kurang terjaga (Sebetulnya sih itu karena efek sering manjat truk parkir buat ngambil mangga) hehe, ya enggaklah! aku bercanda. Dan pada intinya naik truk itu bukan hal yang asing lagi karena dulu waktu pramuka jaman SD sering diangkut truk. Jadi keinget juga nih sama momentum pengabdian masyarakat masa ospek fakultas kemarin yang butuhin belasan truk untuk mengangkut maba ke Gunung mujur Batu-Malang :D).
          Sesampainya di lokasi TO, kita langsung digiring panitia (teman-teman dari Kementerian PSDM) ke Aula & kamipun mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Pada awalnya bingung sih ini lokasi dimana, ternyata di kawasan LKP2I kalo ga salah siih namanya itu, masih di daerah Malang juga. Padahal aku ngiranya bakalan ke daerah pantai lho, abisnya pak sekmen dagri sms suruh bawa sun block,. Ya meski aku ga bawa sun block-nya karena aku ga punya itu barang, punyanya sun tanpa block. Tapi dari sms itu aku jadi berparadigma bakalan ke pantai, terbukti sebagian temenku dari kementerian Dagri juga ngiranya gitu. Semenjak itu aku sadar & tertawa geli sambil mikir “ngapain juga TO di pantai, emangnya mau Training sama Iwak-iwak peyek apa?!! -_-“. Acara awal dimulai dengan pembukaan, dan langsung penjelasan tentang tata cara organisasi dipandu sama (?) lupa namanya :D, kemudian dilanjutkan penjelasan tentang “Skematisasi Sidang” yang di Pandu oleh Mas Kukun (kalo ini pasti ingat namanya :D) soalnya mas Kukun itu adalah pak Menteri Dagri dimana aku berada di dalamnya. Seperti biasa, Mas Kukun itu smart dan gaya bicaraya mudah dipahami, jadinya aku juga semangat menyimak penjelasan skematisasi sidang itu, prosedur-prosedurya mengingatkanku pada mubes himpunan yang pernah aku ikuti pada waktu maba dulu. Bedanya dulu aku merasa ga tau apa-apa selama mengikuti mubes, tapi sekarang, jadi presidium-pun aku tau tata caranya (pletaakK,! owalahh del del, ko’ PD banget sih,.. hihihihi :p).
Tak terasa haripun sudah siang, kita diizinkan untuk ishoma terlebih dahulu sebelum mengikuti serangkaian acara kembali. Kami dibikin kelompok 4 orang untuk pembagian kamar, kebetulan aku sekamar sama mbak Uyunk FIA, Sofie FK, dan Phamela dari FTP. Dan kita pun langsung menuju kamar nomor 5 paling ujung di bawah tangga. Setelah masuk, ga nyangka ni Villa kamarnya kayak hotel aja, isinya ada kamar mandi di dalamnya, ada 2 springbed besar, ada TV-nya, ada lemarinya, ada kaca riasnya, wahh pokoknya ini kamar paling mewahlah untuk ukuran diklat diantara diklat-diklat lain yang pernah aku ikuti, hehehe ( sorry kumat kameseupay-nya nih :p). Ni dia foto kami berempat di kamar itu :
                                               

Setelah ishoma selesai, kita kembali lagi ke Aula. Materi selanjutnya adalah managemen aksi yang dibawakan oleh Mas Pandu dari ilmu Politik, nah ini dia jagonya aksi. Terlihat dari potongan rambutnya yang tiuuut sriitt tipis pinggir jambul atas (Apa itu namanya) pokoknya rambutnya sekilas terlihat seperti kepalan tangan yang bersemangat :D. Dalam materi ini kita diberi penjelasan mengenai aksi demo yang mendetail mulai dari tahapan brain storming, pembahasan isu, penetapan isu, pembuatan perangkat aksi (barpor, korlap, aster, agitator, orator, negosiator, humas, logistic, dsb) serta evaluasi. Dari situ, rasa takutku pada demo sudah banyak berkurang, soalnya kita diajari apabila beraksi demo dengan cara yang tidak anarkis. Ya meskipun ibuk & bapakku dirumah selalu berpesan “jangan ikut demo”, tapi aku merasa tertarik untuk berpartisipasi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Bukan bermaksud membangkang, tapi suatu saat aku akan menjelaskan kepada ortuku di kampong halaman tentang alasanku (dan kalianpun akan tau alasanku pada uraian selanjutnya). Setelah materi itu selesai, ada materi lagi mengenai Budaya Organisasi Managemen konflik, nah di materi ini ada pernyataan yang bisa menyumbang motivasi ke meanseat-ku, yakni:
suatu hari Zila bertanya pada gurunya : Jika Guru memimpin pasukan yang hebat, orang seperti apakah yang guru inginkan?
Lalu gurunyapun menjawab : saya tidak akan membawa orang yang melawan harimau dengan tangan kosong, atau yang menyeberang sungai tanpa perahu. Yang saya inginkan adalah seseorang yang mendekati kesukaran dengan hati-hati dan memilih untuk sukses dengan strategi”.
                                                                                                -Konfusius-
          Setelah materi berakhir sekitar pukul 04.30 sore, kita dipersilahkan kembali untuk ishoma sampai tiba waktu setelah magrib. Setelah fresh, kita kembali lagi ke aula untuk mengikuti materi “Training Motivation” oleh Mas Ariwiguna Wily. Do you know? Beliau itu motivator yang smart & lucu unyu-unyuuu :D. Pembawaanya tenang, sehingga pembicaraannya mudah diterima, tapi jangan salah,..beliau tau banget sama logat-logat anak muda yang lagi ngetrend, sehingga tiap kali beliau nyeletuk pake bahasa itu, kita bisa tertawa geli-geli gatal ^^. Sebelumnya kami disuguhin tayangan video acapela yang dilakukan dari 1 orang tapi dengan music yang dikombinasikan dari mulutnya sendiri. Subhanallah, kereen banget, aku bayangin betapa sulitnya dia bikin kayak gitu, but I know, nothing is imposible (keminggris mode on :D). setelah itu ada tanyangan lagi tentang bayi. Awalnya sih gambar bayi lucu2 yang muncul, bayi-bayi polos, kemudian berubah dengan gambar bayi-bayi yang ada di kawasan perang palestina sana, sampai tayangan foto bayi kurus yang sedang memakan tumpahan nasi di tanah, Astagfirullohalladzim,. Bener-bener miris aku melihatnya, sempat mbrebes juga tapi mas motivatornya ga bisa diajak kompromi, masak dia ngelawak ditengah keharuan. Siapa juga yang ga terpingkal-pingkal. Beliau cerita kalau isterinya sekarang sedang hamil 4 bulan, setiap USG mas Ari jingkrak-jingkrak karena kegirangan mau punya adek bayi sambil bilang “haha itu hasil perbuatan saya”.. wkwkw gokil banget deh caranya dia bercerita, pinter banget naik turunin perasaan audience. Semoga aja babynya ntar sehat ya + pinter jingkrak-jingkrak kyak bapaknya :D. Oh iya, dari materi itu beberapa dari kita disuruh beragumen untuk menyampaikan jawaban dari : “Apa sih tujuan hidup kalian?!” wah ini nih, pertanyaan sederhana tapi harus bener-bener aku fikirin jawabannya. Masak sih iya kita hidup ga bertujuan? Tapi kalau mau diungkapkan dengan kata-katapun kita bingung mana yang menjadi tujuan hidup kita. Yah, tujuan hidupku itu banyak + mencangkup seluruh aspek, tapi intinya aku ingin hidup bahagia di dunia manapun aku berada. Dan aku harus melakukan sesuatu untuk itu. Ada beberapa kalimat Mas Ari yang makjleeeeeb di hati, antara lain :
          “_sadari..! apa yang kamu lakukan sekarang akan berdampak pada kehidupanmu mendatang_
_ilmu itu merupakan dorongan untuk menjadi lebih baik, jadi jangan hanya pandai berbicara tapi pandailah juga mendengar agar tidak bebal_”
                                                                         -Ariwiguna Wily-
          Seneng deh ikut materi ini, kita juga di dongengin sekilas  tentang perjuangan hidup beliau dari nol sampai meraih kesuksesan. Bahkan beliau pernah jadi konsultan dan tinggal di Polandia sana lho, (dimana tuh Polandia? Aku taunya cuma dari peta/google map aja, intinya Polandia itu bukan di kawasan Joyogrand :D). Dan senengnya lagi kita besok masih bertemu Mas motivator gokil ini di acara Out bond, yeeeeyyy :D.
          Setelah training motivation usai, kita lanjut dengan Mas kukun lagi,. Kali ini kita langsung mempraktekkan tatacara sidang tadi siang dengan serius (hwaaAA ~,~). Presidium 1-nya itu si Iqbal, anak FISIP. Pada awalnya kita dibagi menjadi 4 kubu. Pertama, kubu buruh yang menuntut kenaikan gaji pada pihak pengusaha; kedua, pihak pemerintah yang mendukung buruh untuk menyuarakan aspirasinya ke pengusaha; ketiga, pihak pengusaha yang menolak kenaikan upah buruh, dan keempat pihak partai yang membela pihak pengusaha. Dan kali ini sesuai dengan lokasi tempat duduk, aku dapat kubu pihak pengusaha dengan fasilitator Mas Fahmi dari FISIP juga. Pada awalnya sidang berjalan lancar, namun lama-kelamaan sidang menjadi ricuh ditambah lagi pihak fasilitator juga berseteru, dan mas Kukun pun masuk ruangan serta memisah mereka. Kata mbak-mbak yang pernah ikut diklat EM/ BEM fakultas sih bilang kalau itu cuma acting. Tapi bagiku itu benar-benar menegangkan, aku ga berfikiran menggampangkan. Kalaupun mereka akting, tentunya ada maksud tertentu yang harus aku hargai. Kelak suatu saat nanti apabila aku diklat & aku menjumpai hal serupa, aku tidak akan membocorkan acting mereka ke adik-adik yang bareng diklat sama aku. Biarlah adik-adikku mengetahui alurnya tanpa harus aku menghancurkan proses belajar mereka  dengan mengatakan bahwa itu acting. Dan segera, disela itu kami diarahkan paitia menuju paviliun untuk beristirahat & permasalahan antara kakak fasilitatorpun akan diselesaikan Mas Kukun segera.
          Setelah sampai kamar, aku & 3 teman sekamarku berutinitas sebelum tidur. Ada juga yang telefon someone-nya untuk mengucapkan selamat tidur (duh enaknya yg punya someone, bikin pengen mode on..hihihi >,<) dan tak lama kemudian kamipun segera tidur. Seperti biasa, sekitar pukul 12.00-01.00 dini hari aku biasa terbangun sebentar. Aku berniat mau ambil wudlhu tapi aku ga tega kalau nanti temanku seranjang jadi kebangun karena tangannya aku pindahkan dari atas selimut kita bersama, dan akhirnya akupun tidur lagi. Nah, sekitar pukul 02.34-an dini hari aku mendengar keramaian diluar. Akupun terbangun lagi ditengah ketiga temanku yang masih terjaga. Aku mendengar ada suara kayu di taruh bersuara “bruk” samar-samar beberapa kali. Dan tetap saja aku tidak bisa mengintipnya dari gorden jendela sebelum temanku satu itu bangun/memindahkan tangannya.hihihi.. Kali ini aku berniat tidur lagi, tapi ga bisa. Jadinya aku hanya utak-utik hp balesin sms-sms yang masuk selama aku tertidur. Tidak lama kemudian ada suara gedoran dari jauh & suara “bangun,..bangun..”, dan suara itupun kian mendekat menyusuri gedoran tiap kamar. Akupun membangunkan teman-temanku sebelum panitia mengetuk pintu kamarku supaya ketiga teman sekamarku itu tidak kaget & pusing karena dibangunkan dengan suara dari luar kamar. Setelah itu kamipu segera bergegas bersiap seadanya dan menuju taman tengah. Disana sudah ada para menteri, sekjen, dirjen, panitia, dan teman-teman staf lainnya. Ada juga api unggun ditengah taman, tapi aku tidak melihat ada ikan ditusuk kayu dan aroma bumbu. Yah tentu saja itu bukan waktunya barbeqiu-an, tapi waktunya renungan bray.! :p~
          Pada renungan malam itu kami duduk membentuk lingkaran, dengan api unggun ditengah yang sangatlah cukup untuk meredam dinginnya cuaca kota Malang dini hari itu. Bahkan akupun sangat terharu dengan adanya api unggun itu (lebayy.. :p) tapi beneran terharu lho aku, terbukti dengan keluarnya airmataku karena angin itu mengantarkan asap api unggun ke mataku hingga terasa pedih & keluar air mata. Hihihihi (itu sih bukan terharu, tapi keplepeken deel! :D). Ada Mas Hasby (aku belum mengenalnya, tapi Ini org yg baik banget, ada kebaikannya padaku yg InsyaAllah ga akan q lupakan :D), Mas Kukun (mas menteri dagri yang sabar banget, aku mengenalnya :D), Mas Dito (aku tau namanya dari stiker DPM yang ditempel di Gerobak sate disamping gerbang FAPET), dll yang berdiri di tengah kami dengan memberikan kalimat renungan yang pas sehingga suasana malam itu menjadi sakral. Mas Hasby menceritakan peristiwa Semanggi, akupun terharu banget, & endingnya kami semua  menyanyikan lagu darah juang, mengucap janji mahasiswa, dll yang sungguh “subhanallah” entah mengapa hatiku bergetar & sungguh bersemangat untuk berjuang sebagai aktivis muda. Mas Dito membelalakkan mataku tanpa mengguyurku dengan air, melainkan dengan kata-kata yang merengkuh sanubariku. Kata-katanya mengingatkanku pada Mas Daru Khirom presiden BEM ITS periode jabatan th lalu, yang pernah menyampaikan hal serupa padaku. Kata-kata itu seolah sama, namun aku menangkapnya seperti ini
“kita mahasiswa, apakah hanya bertugas untuk belajar, bekerja & meng-kayakan diri pribadi saja? Adakah dalam diri kita untuk bisa bahkan “sedikit saja” memikirkan rakyat yang telah berjasa pada diri kita?. Kita pelajar yang mempunyai ruang kelas nyaman, dimana bangunannya bisa kita gunakan untuk ruang belajar, AC di kelas yang bisa mendinginkan suhu ruangan ketika kita kepanasan, LCD proyektor di setiap ruang kelas, kamera CCTV di setiap sudut ruangan, buku-buku di perpustakaan yang bisa menyumbang ilmu kapanpun kita butuh, wifi-area, beasiswa (BM, BBM, PPA), dsb itu darimanakah asalnya? Ya tentu dari Negara. Pendapatan Negara tertinggi darimana? Tentu dari pajak kan. Lalu yang bayar pajak itu siapa? Tentu Rakyat. Lalu yang disebut rakyat yang membayar pajak itu siapa? Banyak banget, tukang tambal ban, tukang sapu jalan, tukang becak, dsb itulah yang disebut rakyat yang bayar pajak. Jadi kalau kita sekarang benar-benar pintar berlogika, tentu saja akan beranggapan bahwa “dibalik kenyamanan pendidikan yang kita rasakan ini ada bantuan “KERINGAT” dari tukang becak di luar sana”, Subhanallah,..tentu ini adalah sebuah hidayah besar apabila kita mampu menyadari & mulai membalas budi kepada mereka, serta mulai untuk tidak hanya memikirkan kenyamanan hidup pribadi tanpa menengok kanan-kiri. InsyaAlah, kita mampu..”
          Renunganpun usai setelah adzan Subuh berkumandang, dan kamipun bersiap untuk menunaikan ibadah & bersiap-siap senam. Sekitar pukul 06.00 WIB kami berkumpul lagi di taman tengah untuk senam pagi. Senam pagi kali ini dipimpin sama Afrizal dari FISIP, dia pinter banget cipta-in gaya senam yang unik & lucu-lucu sehingga senam pagi kali ini berjalan sangat seru & menyenangkan. Seusai senam, kita juga sempat bernarsis-narsi ria lho. Ya meski ga semuanya ikutan foto. Tapi akan aku bagikan 1 foto kita di pagi itu J :



Difoto aku diapit sahabatku  dari kementerian Dalam Negeri, mereka adalah Si Yusuf (celana kotak-kotak) sama Mbak Uyunk,.lalu teman-teman lainnya yang tidak aku sebutkan 1 per satu, sekarang menjadi keluarga dan menjalin persahabatan yang baru. Sungguh “sesuatu” yang menyenangkan bisa menjadi bagian dari mereka J. I miss U All :*
          Setelah waktu istirahat senam usai, kita menuju aula untuk dibimbing outbond, dan bertemu lagi sama Om/Mas Ari. Kali ini beliau bawa 5 teman yang ganteng-ganteng & cantik-cantik, tentunya mereka sudah pada laku :D. kitapun dibagi menjadi 4 kelompok. Dan akupun berada di kelompok 4. Dalam outbond ini 1 kelompok dibagi 2 tim dimana ada yang bagian menyelesaikan tantangan di dalam ruangan dan ada yang dibagian menyelesaikan tantangan di luar. Dan akupun kebagian menyelesaikan tantang di luar untuk mengumpulkan sedotan pada tiap kubu. Step pertama, kita menuju ke pos A dimana ada Mbak cantik (maaf lupa namanya :D) yang memberikan soal matematika. Pertama kita diberi soal Sudoku, hasilnya kocar-kacir angkanya banyak yang dicorat-coret, soal kedua isinya itung-itungan matematika njelimet yang kita selesaikan bersama degan njelimet pula alias asal-asalan, dan soal ketiga soal matematika tentang beternak dan uang, nah karena ada kata-kata “uang”, kali ini soal bisa  kita pecahkan dengan PD-nya. Hehe,. Dan akhirnya kita dapat juga segebok sedotan warna kuning, horeeeeyy :D. setelah itu kita lanjut ke tantangan kedua, disana ada Mas Guen (seingatku namanya itu :D) yang memberi 2 tantangan. Tantangan pertama kita harus bikin pesawat terbang dari kertas Koran yag disediakan dan akan dihitung poin bagi pesawat terbang yang berhasil terang melewati tali raffia di ujung (ada 5 meter nih jaraknya), dan dari sekian kertas & waktu yang disediakan, kami berhasil menerbangkan 2 pesawat sampai ke ujung (tetap bersyukur meskipun Cuma 2 point :D), tantangan kedua kita disuruh nerbangin tas kresek besar warna merah dengan menggunakan lilin. Salah satu temanku bilang kalau yang bisa memberi tips untuk tantangan ini adalah yang dari wilayah Blitar/Tulungagung/Kediri karena sudah berpengalaman dari hobi masyarakat tiap lebaran yang sering menerbangkan balon api. Tentu saja mereka meliriku, wah mereka tidak salah. Tapi aku jadi keingat dulu waktu H-2 sampai H-1 lebaran, para pemuda dan bapak-bapak dilingkungan rumahku berkumpul di pekarangan rumahku untuk membuat balon yang gede banget yang bakal diterbangkan setelah sholat Ied. Apalagi pembuatan balon itu dipimpin sama bapakku sendiri -_-“, aku ingat dulu balonnya itu bisa diterbangkan, tapi kebakar di udara (ga tau kenapa) & itu malah menjadi bahan tawa & jalinan keakraban warga yang berkumpul. Nah dari situ bisa disimpulkan bahwa, bapakku saja berhasil membuat balon terbang & terbakar, berarti aku harus bisa membuat kresek itu terbang tanpa terbakar. Namun kenyataannya, kresek itu tidak bisa terbang & malah bolong terbakar dengan terhormat sebelum terbang -_-“. Dan alhasil, kresek-pun gagal diterbangkan. Hihihihi,.. tapi kita tetap diberi segebok  sedotan warna kuning dan langsung lanjut ke step 3. Pada step 3 ini kita bertemu dengan Mas Ikbal (namanya itu mungkin) yang memberikan 3 tantangan. Tantangan pertama kita diuji kekompakan dengan masing-masing dari kami menghitung mundur, apabila ada 2 dari anggota kelompok kami mengucapkan/ hampir mengucapkan kata yang sama, kita harus menghitung ulang dari awal lagi, dan pada tantangan inilah kami berhasil menjadi kelompok yang memperoleh skor maximal diantara kelompok lain yakni berhasil  menghitung 30 angka. Yeeyy, :D. pada tantangan ke-2, ada soal njelimet lagi, dan 1 pun dari kami belum paham semuanya, hehe tetap yeeeyy :D,.. pada tantangan ke-3 ini kita diberi soal aneh juga, namun beberapa dari kami bisa memahaminya (tidak termasuk aku T.T, huhu) stelah itu kami diberi 1 gebok sedotan lagi dan menuju ke tantangan terakhir. Step 4, tantangan alam bersama mas (?). Disitu kita diberi 3 tantangan. Pertama  tantangan Dart, kedua tantangan kerlereng & ketiga adalah tantangan minum air. Akhirnya kitapun memperoleh 1 gebok sedotan terakhir dan segera kembali ke aula. Ternyata gebokan sedotan tadi disusun menjadi menara yang amazing. Dari outbond itu kita banyak sekali memperoleh pelajaran yang sangat berharga dengan berbagai filosofi permainannya yang tak akan terlupakan. Setelah outbond usai, kita diajari praktek demo dengan beramai-ramai menuju taman tengah. Awalnya serius banget, tapi ngelihat dandanan panitia yang pura-pura jadi aparat epolisian dengan memakai helm, dan membawa tutup tong sampah & sapu ijuk itu lho yang bikin tertawa geli, wkwkwkwkwk,.. :D. Disitu ada juga yag bagian nglemparin air dari lantai 2 paviliun cempaka. Pokoknya seru deh, ditambah lagi teman kita si Nurul dari FISIP + Dagri yang sedang ultah. Yauda deh dia diceploin telor + tepung diatasnya. Kayak adonan pempek wis dia,.. hihihi. Setelah praktek demo kelar, kita bersiap2 lagi untuk pulang namun sebelumnya menuju aula lagi untuk acara penutupan dan tukar kado (dapat buku saku warna hijau nih, unyu’’ banget :D). setelah itu kamipun kembali ke kampus tercinta J.
          Training Organitation EM Nusantara UB 2012 ini sungguh memberikan banyak manfaat & keluarga baru bagiku. Bisa berada ditengah mereka merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Setiap alur acaranya memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan perlahan membuka mata kami tentang dunia luar. Sehingga kami pun setidaknya mengetahui bagaimana cara bersikap dan bertanggungjawab mengemban tugas organisasi. Terimakasih untuk pak Pres, Menteri, seskab, bendahara, sekjen, dirjen, & panitia dari teman-teman PSDM.  Terimakasih atas keramahan & kebaikan kalian yang menerimaku menjadi keluarga baru untuk semua teman-teman yang tersebar di Kemendagri, Advokesma, PSDM, Infokom, Pengmas, Menpora, dan kebijakn publik yang menyejukkan hatiku hingga senyuman "marine science" yang menerveouskan-ku .Terimakasih,.. :)
Nb : karena dalam penulisan ini saya menceritakan dari sudut pandang aku, mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan, saya bersedia mengganti tulisan apabila terdapat kesalahan di dalam penulisan. Terimakasih :)

                                                                               Ardelia Endharta Y.
         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar