18 Maret 2012
Aku memang bukan pasangan yang sempurna
Menurutmu aku hanya bisa marah, dan selalu menyusahkanmu,,,
Mungkin caraku salah, tapi itu kulakukan semata-mata karena ku sayang padamu, dan aku tak mau kehilanganmu saat itu,,,
Tapi apa daya kau terlanjur menganggap perhatianku itu sebagai gangguan dalam hidupmu,,,
Ku rasa kamu bukanlah seorang kakek tua yang mudah lupa akan perkataan yang pernah kamu ucapkan dulu, berulang kali aku coba menyembunyikan perasaanku agar kamu fokus & segera meraih gelar sarjanamu, dan bertemu aku kembali di September ceria seperti yang selalu kamu janjikan & aku do’akan tanpa harus ku katakan padamu,,,
Namun, faktanya kamu tidak sabar denganku, kamu lebih mengejar status kita daripada meresapi kasih sayangku,, hingga akhirnya, Kamu berpaling dariku dengan cara yang menyakitkan tanpa sepatah kata ataupun ketikan pesan tentang kejelasan kita,,,
Tak ku sangka, 2 hari setelah kau ucap selamat atas kebersamaan kita yang ke 1 th 6 bulan, kau sudah ada dipelukan orang lain dengan kata mesra yang tak seharusnya kalian umbar di dunia maya untuk membuat hatiku hancur & terluka,,,
Jika kamu muak padaku, maka usirlah aku sepenuhnya dari hatimu,“ku akan menelan sakitku dan akupun akan pergi tanpa sepatah kata pula bila itu membuat kamu bahagia dengannya,,,”
Tetapi, diamku bukanlah berarti kebisuan tanpa kepedulian. Diamku adalah belajarku, dimana aku bisa mengikhlaskanmu tanpa harus membenci & senantiasa mendo’akanmu tanpa harus menghubungi,
Terlalu indah bersamamu sehingga kau tak layak di dera & batinkupun tak layak untuk terus kau siksa.
Apabila suatu hari nanti kau merindukan aku & menawarkan cintamu lagi, maka aku ingin disaat itu aku tak akan mau menerimamu kembali, bahkan menjadi teman biasamupun aku tak bisa. Kecuali apabila suatu saat kamu menyadarinya dengan etikat baikmu dan Tuhan mengizinkanku untuk memaafkanmu. Maafkan aku,,,
__“Aku mendengarmu tanpa perlu alat, aku menemuimu tanpa perlu hadir, dan aku menyayangimu tanpa perlu apa-apa”__ (“Dee” @Rectoverso)
Terimakasih untuk segalanya, aku akan tetap menjadi diriku sendiri yang akan selalu berusaha memperbaiki diri selagi aku mampu, dan akupun besiap membuka lembar baru dengan hati yang baru untuk aku isi dengan kekasih sejatiku nanti. Semoga Tuhan mengabulkan harapan kita masing-masing,,,
_untuknya, yang pernah mengisi hatiku_
(aku berbahagia untukmu, dibalik usapan tangis hatiku)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar